Setelah absen satu musim Lippi kembali, penandatanganan pemain nama besar seperti
Gianluigi Buffon,
David Trezeguet,
Pavel Nedvěd dan
Lilian Thuram, membantu tim untuk dua gelar scudetto lebih dalam 2001-02 dan 2002-03 musim.
[36] Juventus juga bagian dari akhir semua Italia Liga Champions pada tahun
2003 tetapi kalah dari
Milan melalui adu penalti setelah pertandingan berakhir imbang 0-0. Tahun berikutnya, Lippi diangkat sebagai pelatih kepala
Italia, membawa mengakhiri salah satu periode manajerial yang paling produktif dalam sejarah Juventus.
Alessandro Del Piero, Pencetak gol sepanjang masa Juventus dan pembuat penampilan selama musim 2007–08.
Fabio Capello menjadi pelatih pada tahun 2004, dan memimpin Juventus untuk dua gelar Serie A. Namun, pada Mei 2006, Juventus menjadi salah satu dari lima klub Serie A terkait dengan
skandal pengaturan pertandingan, hasil yang melihat klub terdegradasi ke
Serie B untuk pertama kalinya dalam sejarah. Klub ini juga dilucuti dari dua gelar yang dibawa Capello pada tahun 2005 dan 2006.
[47]
Banyak pemain kunci meninggalkan klub menyusul penurunan pangkat ke Serie B, termasuk Thuram, striker
Zlatan Ibrahimović dan bek tengah
Fabio Cannavaro. Namun, pemain bernama besar lain seperti Buffon, Del Piero, Trezeguet, dan Nedved tetap untuk membantu klub kembali ke Seri-A sementara anak-anak dari Primavera seperti
Sebastian Giovinco dan
Claudio Marchisio diintegrasikan ke dalam tim utama. Bianconeri dipromosikan langsung kembali sebagai juara liga setelah musim 2006-07, sementara kapten Del Piero mendapat penghargaan pencetak gol terbanyak dengan 21 gol.
Kembali ke Serie A
Sejak mereka kembali ke Serie A di musim
2007–08, mantan manajer
Chelsea Claudio Ranieri berhasil menangani Juventus selama dua musim.
[48] Mereka menempati posisi ketiga di musim pertama mereka kembali, dan lolos ke
Liga Champions 2008–09 babak kualifikasi ketiga pada tahap awal. Juventus mencapai babak grup, di mana mereka mengalahkan
Real Madrid di kedua leg kandang dan tandang, sebelum kalah di babak gugur dengan Chelsea. Ranieri dipecat menyusul serangkaian hasil buruk, dan
Ciro Ferrara ditunjuk sebagai manajer secara sementara untuk dua pertandingan terakhir musim ini,
[49] sebelum kemudian diangkat sebagai manajer untuk musim 2009-10.
[50]
Namun, tugas Ferrara sebagai manajer Juventus terbukti tidak berhasil, dengan Juventus tersingkir dari Liga Champions dan Coppa Italia, dan hanya berbaring di tempat keenam di klasemen liga pada akhir Januari 2010, yang mengarah ke pemecatan Ciro Ferrara dan penamaan
Alberto Zaccheroni sebagai manajer caretaker. Zaccheroni tidak bisa membantu meningkatkan sisi, sebagai Juventus mengakhiri musim di tempat ketujuh di Serie A. Untuk musim 2010-11,
Jean-Claude Blanc digantikan oleh
Andrea Agnelli sebagai presiden klub. Tindakan pertama Agnelli adalah untuk menggantikan Zaccheroni dan Direktur Olahraga
Alessio Secco dengan manajer
Sampdoria Luigi Del Neri dan Direktur Olahraga
Giuseppe Marotta.
[51] Namun, Del Neri gagal memperbaiki nasib mereka dan dipecat. Mantan pemain dan favorit penggemar
Antonio Conte, baru setelah memenangkan promosi dengan
Siena, disebut sebagai pengganti Del Neri itu.
Dengan Conte sebagai manajer, Juventus tak terkalahkan untuk seluruh musim. Menjelang paruh kedua musim ini, tim itu sebagian besar bersaing dengan rival utara
Milan untuk tempat pertama dalam pertandingan yang ketat. Juventus memenangkan gelar pada pertandingan ke-37, setelah mengalahkan
Cagliari 2-0, dan Milan kalah dari
Internazionale 4-2. Setelah kemenangan di pertandingan final melawan
Atalanta 3-1, Juventus menjadi tim pertama untuk musim tak terkalahkan dalam arus Format 38 pertandingan. Prestasi penting lainnya termasuk yang terbesar kemenangan tandang (5-0 di
Fiorentina), rekor terbaik defensif (20 gol kebobolan, paling sedikit pernah dalam format liga saat ini) di Serie A dan terbaik kedua di atas enam liga Eropa tahun itu.
[52]
Warna, logo, dan julukan
|
|
| Kostum kandang asli Juventus |
Juventus telah bermain memakai kostum berwarna hitam dan putih ala zebra sejak tahun 1903. Aslinya, Juve bermain memakai kostum berwarna pink, tetapi karena ada kesalahan pengiriman kostum dari Inggris, salah satu pemain Juve malah tampil dengan pakaian belang, yang merupakan kostum klub Inggris,
Notts County. Akhirnya Juve memutuskan untuk beralih kostum menjadi belang hitam-putih.
[53]
Juventus lantas menanyakan pada pemain yang memakai baju belang tersebut, yaitu orang Inggris bernama John Savage, apakah ia bisa mengontak teman-temannya di Inggris yang bisa menyuplai kostum Juve dengan warna tersebut. Ia lantas menghubungi temannya yang tinggal di Nottingham, yang menjadi supporter
Notts County, untuk mengirim kostum belang hitam-putih ke Turin, dan temannya tersebut menyanggupinya.
[53]
Logo lama Juventus yang digunakan sampai musim 2004-05.
Logo resmi Juventus Football Club telah mengalami berbagai perubahan dan modifikasi sejak tahun 1920. Modifikasi terakhir adalah pada menjelang musim 2005-06 sebagai perayaan seratus tahun gelar Scudetto pertama yang diraih Juve. Dimana saat itu mereka mengubah logo menjadi oval, dengan lima garis vertical, dan banteng yang dibentuk dalam sebuah siluet. Dahulu sebelum musim 2005-06, Juve memiliki sebuah symbol berwarna biru (yang merupakan symbol lain dari kota Turin). Selain itu ditambahkan juga dua bintang yang menggambarkan mereka sebagai satu-satunya klub yang mampu memenagi gelar Seri-A 20 kali. Sementara di era 1980-an, logo Juve lebih banyak dihiasi dengan siluet seekor zebra, menggambarkan mereka sebagai tim zebra kuat di Seri-A.
Dalam perjalanan sejarahnya, Juve telah memiliki beberapa nama julukan,
la Vecchia Signora[1] (the Old Lady dalam bahasa Inggris atau "si Nyonya Tua" dalam bahasa Indonesia) merupakan salah satu contoh. Kata "old" (tua) merupakan bagian dari nama Juventus, yang berarti "youth" (muda) dalam
Latin.
[6]Nama ini diambil dari usia para pemain Juventus yang muda-muda di era 1930-an. Nama "lady" (nyonya) merupakan bagian dari sebutan para tifoso ketika memanggil Juve sebelum era 1930-an. Klub ini juga mendapat julukan
la Fidanzata d'Italia (the Girlfriend of Italy dalam bahasa Inggris atau "Kekasih Italia" dalam bahasa Indonesia), karena selama beberapa tahun, Juve selalu memasok pemain baru dari daerah selatan Itala seperti dari Naples atau Palermo, dimana selain bermain sebagai pemain sepak bola, mereka juga bekerja untuk FIAT sejak awal 1930-an. Nama lain Juve adalah:
I Bianconeri (the black-and-whites, atau Si Belang) dan
Le Zebre (the
zebras[54], atau Si Zebra) yang mengacu pada warna Juventus. I gobbi (the hunchbacks) adalah julukan yang digunakan untuk mendefinisikan pendukung Juventus, tetapi juga digunakan kadang-kadang untuk pemain tim. Asal yang paling banyak diterima dari gobbi tanggal ke tahun lima puluhan, ketika tim Bianconeri mengenakan jersey besar. Ketika pemain berlari di lapangan, kostum, yang memiliki pembukaan di dada dengan tali, menghasilkan tonjolan di bagian belakang (semacam efek parasut), memberikan kesan bahwa para pemain memiliki bungkuk.
[55]
Stadion
Setelah dua musim perdana mereka (1897 dan 1898), dimana Juve bermain di Parco del Valentino dan Parco Cittadella, pertandingan-pertandingan selanjutnya di gelar di Piazza d'Armi Stadium sampai 1908, kecuali di 1905 saat nama Scudetto diperkenalkan untuk pertama kali, dan di 1906, dimana Juve bermain di
Corso Re Umberto.
Dari 1909 sampai 1922, Juve bermain di Corso Sebastopoli Camp, dan selanjutnya mereka pindah ke Corso Marsiglia Camp dimana mereka bertahan sampai 1933, dan memenangi empat gelar liga. Di akhir 1933 mereka bermain di
Stadion Mussolini yang disiapkan untuk Piala Dunia 1934. Setelah PDII, stadion tersebut berganti nama menjadi Stadion Comunale Vittorio Pozzo. Juventus memainkan pertandingan kandangnya di sana selama 57 tahun dengan total pertandingan sebanyak 890 kali.
[56] Sampai akhir Juli 2003 tempat tersebut masih dipakai sebagai sempat latihan Juve yang resmi.
[57]
Agustus 2006 Juve kembali bermain di Stadion Comunale, yang sekarang dikenal dengan nama
Stadion Olimpiade, setelah Stadion Delle Alpi dipakai dan kemudian direnovasi untuk Olimpiade Musim Dingin Turin 2006.
Pada November 2008 Juventus mengumumkan bahwa mereka akan menginvestasikan dana sebesar €100 juta untuk membangun
stadion baru di bekas lahan Stadion Delle Alpi. Berbeda dengan Delle Alpi, stadion baru Juve ini tidak menyertakan lintasan lari, dan jarak antara penonton dengan lapangan hanya 8,5 meter saja, mirip dengan mayoritas stadion di Inggris, dimana kapasitasnya diperkirakan akan berisi 41.000 kursi. Pekerjaan ini dimulai pada musim semi 2009, dan mulai awal musim 2011-12 stadion tersebut kemudian dipakai untuk mengarungi musim dan sejarah baru Juventus.
Pendukung
Tifosi Juventus dalam sebuah pertandingan.
Juventus merupakan salah satu klub sepak bola dengan jumlah pendukung terbesar di Italia, dengan jumlah tifoso hampir 12 juta orang
[24](32.5% dari total tifosi bola di Italia), merujuk pada penelitian yang dilakukan pada Agustus 2008 oleh harian
La Repubblica,
[18] dan merupakan salah satu klub dengan jumlah supporter terbesar di dunia, dengan jumlah fans hampir 170 juta orang
[24] (43 juta orang di Eropa),
[24] selebihnya ada di Mediterrania, yang kebanyakkan diisi oleh imigran Italia.
[58] Tim Turin ini juga mempunyai fans club yang cukup besar di seluruh dunia, salah satunya di Indonesia melalui Juventini Indonesia.
[59]
Tiket-tiket pertandingan kandang Juve memang tidak selalu habis setiap kali Juve bertanding di Seri-A atau Eropa, kebanyakkan fans Juve di Turin mendukung tim kesayangan mereka lewat bar-bar atau restoran. Di luar Italia, kekuatan supporter Juventus sangatlah kuat. Juve juga sangat popular di Italia Utara dan Pulau Sisilia, dan menjadi kekuatan besar saat Juve bertanding tandang,
[60] lebih dibandingkan para pendukung di Turin sendiri.
Untuk kawasan
Indonesia sendiri sejak awal musim 2006-07 sudah berdiri sebuah komunitas khusus bagi para penggemar Juventus, dengan nama
Juventus Club Indonesia (JCI). Komunitas ini kemudian diakui sebagai satu-satunya fans club resmi Juventus untuk Indonesia pada awal musim 2008-09 setelah hampir tiga tahun berjuang untuk mendapatkan lisensi dari pihak Juventus Italia.
[61][62]
Rivalitas
Juventus mempunyai beberapa rival utama di Italia. Pertama adalah klub sekota,
FC Torino, di mana setiap pertandingan derbi melawan Torino selalu dijuluki
Derby della Mole(Derby dari Torino) yang berawal sejak tahun 1906 di mana lucunya Torino sendiri didirikan oleh mantan-mantan pemain Juventus. Rival Juve yang lain di Italia adalah
Internazionale; pertandingan Juve vs. Inter dijuluki sebagai
Derby d'Italia (Derby dari Italia).
[63] Sampai akhir musim 2006 ketika Juve terlempar ke seri-B, Inter dan Juve merupakan dua tim yang tidak pernah terdegradasi ke seri-B. Dua klub ini juga menjadi klub dengan fans terbesar di Italia, sejak pertengahan 1990-an.
[63] Juve juga memiliki rival dengan
AC Milan,
[64] AS Roma[65] dan
AC Fiorentina.
[66]
Sementara untuk kawasan Eropa sendiri, rival utama Juventus adalah
Manchester United FC dari Inggris dan
FC Bayern Munich dari Jerman, dimana keduanya sangat sering sekali bertemu di ajang
Liga Champions Eropa. Satu lagi rival utama Juventus di Eropa adalah
Liverpool FC. Khusus Liverpool, tifosi Juve tidak akan pernah melupakan tragedi kerusuhan Heysel 1985 (final Liga Champions 1985), dimana sekitar 30 orang lebih pendukung Juventus tewas di stadion yang berada di Belgia tersebut.
Himne Juventus
Setiap kali Juventus bertanding dihadapan para pendukungnya di
Stadion delle Alpi atau
Stadion Olimpiade Torino para pendukug Juve selalu menyanyikan sebuah lagu khas untuk mendukung timnya yang tidak diketahui siapa pencipta lagu tersebut. Berikut adalah petikan lagu himne Juventus:
[67]
| Bahasa Italia | Bahasa Inggris | Bahasa Indonesia |
Forza la Juve la Juve la Juve ale'
E' bianconera la bella signora
Ale' la Juve la Juve la Juve ale'
Solo la Juve e' grande la Juve ale'
Tu sei la squadra del cuore
Sempre in campo undici eroi
Vinci l'impossibile e vai
Ti seguiremo anche noi
Metti un'altra stella sul petto
Mille mani al cielo per te... insieme
L'onda di una magica ola partirà
Forza la Juve la Juve la Juve ale'
E' bianconera la bella signora
Ale' la Juve la Juve la Juve ale'
Solo la Juve e' magica Juve ale'
Forza la Juve la Juve la Juve ale'
E' bianconera la nostra bandiera
Ale' la Juve la Juve la Juve ale'
Solo la Juve e' magica Juve ale'
Juve... Juve... Juve... Juve...
Notte di Coppa Campioni
Notte che non finirà mai
Grande l'emozione che dai
quando tu vinci per noi
Tutti allo stadio a sognare
Aspettando l'urlo di un goal... insieme
L'onda di una magica ola partirà
Forza la Juve la Juve la Juve ale'
E' bianconera la nostra bandiera
Ale' la Juve la Juve la Juve ale'
Solo la Juve e' magica Juve ale'
Forza la Juve la Juve la Juve ale'
E' bianconera la bella signora
Ale' la Juve la Juve la Juve ale'
Solo la Juve e' grande la Juve ale'
Juve...Juve...
| Forza Juve Juve Juve ale'
And the beautiful lady in black and white
Ale' Juve Juve Juve ale'
Only Juve and great Juve ale'
You are the favorite team
Also in the eleven heroes
Win the impossible and go
We will follow
Put another star on his chest
A thousand hands to heaven for you... set
The wave of a magic is start
Forza Juve Juve Juve ale'
And the beautiful lady in black and white
Ale 'Juve Juve Juve ale'
Only Juve and magic Juve ale'
Forza Juve Juve Juve ale'
The black-white is our flag
Ale 'Juve Juve Juve ale'
Only Juve and magic Juve ale'
Juve ... Juve ... Juve ... Juve ...
Night of Champions Cup
Night that never ends
Great feeling from your fans
When you win for us
All dream in the stadium
Waiting for the roar of a goal... set
The wave of a magic is start
Forza Juve Juve Juve ale '
The black-white is our flag
Ale 'Juve Juve Juve ale'
Only Juve and magic Juve ale'
Forza Juve Juve Juve ale'
And the beautiful lady in black and white
Ale 'Juve Juve Juve ale'
Only Juve and great Juve ale'
Juve... Juve...
| Forza Juve Juve Juve ale'
Dan wanita cantik dalam warna hitam dan putih
Ale' Juve Juve Juve ale'
Hanya Juve dan Juve yang terbesar ale'
Anda adalah tim favorit
Dengan sebelas pahlawan
Pergi untuk meraih kemenangan yang tidak terduga
Dan kami akan mengikuti
Pasang bintang lain di dadamu
Seribu tangan ke surga akan diatur untuk Anda...
Di awali sebuah gelombang ajaib
Forza Juve Juve Juve ale'
Dan wanita cantik dalam warna hitam dan putih
Ale' Juve Juve Juve ale'
Hanya Juve dan keajaiban dari Juve ale'
Forza Juve Juve Juve ale'
Bendera hitam-putih adalah bendera kita
Ale' Juve Juve Juve ale'
Hanya Juve dan keajaiban dari Juve ale'
Juve... Juve... Juve... Juve...
Malam dengan pesta kemenangan
Malam yang tidak pernah berakhir
Perasaan sukacita dari penggemar Anda
Ketika Anda menang bagi kami
Semua mimpi di stadion
Menunggu gol yang datang...
Di awali sebuah gelombang ajaib
Forza Juve Juve Juve ale'
Bendera hitam-putih adalah bendera kita
Forza Juve Juve Juve ale'
Hanya Juve dan keajaiban dari Juve ale'
Forza Juve Juve Juve ale'
Dan wanita cantik dalam warna hitam dan putih
Ale' Juve Juve Juve ale'
Hanya Juve dan Juve yang terbesar ale'
Juve... Juve...
|
Pembinaan pemain muda
Para pemain muda dari Juventus telah dikenal sebagai salah satu barisan pemain muda terbaik di Eropa, terutama di Italia.
[68] Walaupun tidak semua pemain muda Juve mampu masuk ke tim utama, beberapa di antara mereka sukses juga saat bergabung di klub lain. Dibawah asuhan pelatih
Vincenzo Chiarenza, skuat
Primavera (U-20) menikmati beragam prestadi, di antaranya adalah merajai kompetisi dari tahun 2004 sampai 2006.
Mirip dengan yang dilakukan klub Eredivisie Belanda,
Ajax Amsterdam dan beberapa klub Liga Premier Inggris, Juventus juga mengoperasikan beberapa klub sepak bola satelit dan sekolah sepak bola di beberapa negara di dunia (misal:
Amerika Serikat,
Kanada,
Yunani,
Arab Saudi,
Australia dan
Swiss) dan juga beberapa kamp sepak bola di beberapa negara lainnya untuk mencari pemain-pemain muda berbakat.
[70]
Pemain
Tim utama
- Per 29 Juli 2014.
Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional pemain sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat saja mempunyai lebih dari satu kewarganegaraan.
Daftar pinjaman
Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional pemain sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat saja mempunyai lebih dari satu kewarganegaraan.
Penawaran pinjaman berakhir 30 Juni 2015
Kepemilikan bersama
Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional pemain sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat saja mempunyai lebih dari satu kewarganegaraan.
Penawaran kepemilikan bersama berakhir 20 Juni 2015
Staf manajemen
|
| Posisi | Staff |
| Manajer | Massimiliano Allegri |
| Assisten manajer | Angelo Alessio |
| Pelatih penjaga gawang | Claudio Filippi |
| Pelatih tim utama | Massimo Carrera |
| Kepala kebugaran | Paolo Bertelli |
| Pelatih kebugaran | Julio Tous |
| Pelatih kebugaran | Costantino Coratti |
| Kepala pemeriksa kepelatihan | Roberto Sassi |
|
Sejarah presidensial
Juventus mempunyai sejarah panjang dalam kepemimpinan klub ditangan seorang presiden, beberapa di antara mereka ada yang menjadi presiden sekaligus pemilik (dari keluarga Agnelli), sebagian lagi ada yang merupakan presiden kehormatan, berikut adalah daftar lengkapnya:
[71]
|
| Nama | Tahun |
| Eugenio Canfari | 1897–1898 |
| Enrico Canfari | 1898–1901 |
| Carlo Favale | 1901–1902 |
| Giacomo Parvopassu | 1903–1904 |
| Alfred Dick | 1905–1906 |
| Carlo Vittorio Varetti | 1907–1910 |
| Attilio Ubertalli | 1911–1912 |
| Giuseppe Hess | 1913–1915 |
Gioacchino Armano
Fernando Nizza
Sandro Zambelli | 1915–1918(cpg.) |
| Corrado Corradini | 1919–1920 |
| Gino Olivetti | 1920–1923 |
| Edoardo Agnelli | 1923–1935 |
| Giovanni Mazzonis | 1935–1936 |
| |
| Nama | Tahun |
| Emilio de la Forest de Divonne | 1936–1941 |
| Pietro Dusio | 1941–1947 |
| Giovanni Agnelli (Presiden kehormatan) | 1947–1954 |
Enrico Craveri
Nino Cravetto
Marcello Giustiniani | 1954–1955(int.) |
| Umberto Agnelli | 1955–1962 |
| Vittore Catella | 1962–1971 |
| Giampiero Boniperti (Presiden kehormatan) | 1971–1990 |
| Vittorio Caissotti di Chiusano | 1990–2003 |
| Franzo Grande Stevens (Presiden kehormatan) | 2003–2006 |
| Giovanni Cobolli Gigli | 2006–2009 |
| Jean-Claude Blanc | 2009–2010 |
| Andrea Agnelli | 2010–kini |
|
Keterangan:
(cpg.) Presidensial Komite ketika Perang Dunia I.
(int.) Presiden ad-interim.
Sejarah manajerial
Dibawah ini merupakan daftar pelatih Juventus sejak tahun 1923 ketika keluarga Agnelli dari FIAT mengambil alih Juventus,
[3] sampai saat ini.
[72]
Keterangan:
(int.)Manajer ad-interim.
Prestasi dan penghargaan
Secara umum, Juventus adalah klub tersukses di Italia dengan raihan gelar 44 gelar nasional di Italia, dan salah satu klub tersukses di dunia,
[20][22] dengan raihan 11 gelar internasional,
[73] dengan raihan rekor 9 gelar UEFA dan dua FIFA.
[74] menjadikan mereka sebagai klub keempat yang sukses di Eropa
[23] dan juga dunia,
[30] dimana semuanya telah diakui secara pasti oleh UEFA dan FIFA, beserta enam konfederasi sepak bola dunia.
[73]
Juventus telah memenangi 29 gelar Seri-A, dan menjadi rekor terbanyak sampai saat ini, dan juga menjadi catatan tersendiri saat Juve mendominasi lima musim berturut-turut Seri-A dari musim 1930-31 sampai 1934-35. Mereka juga telah memenangi Piala Italia Sembilan kali, dan menjadi rekor sampai saat ini.
[75]
Juventus menjadi satu-satunya klub sepak bola Italia yang telah mendapatkan dua bintang sebagai tanda mereka telah menjuarai Seri-A lebih dari 20 kali. Bintang pertama mereka dapatkan pada musim 1957-58 ketika Juve berhasil menjuarai Seri-A untuk kesepuluh kalinya, dan yang kedua pada 1981-82 ketika Juve menjuarai Seri-A untuk keduapuluh kalinya. Juventus juga merupakan klub Italia pertama yang memenangi gelar dobel (Seri-A dan Coppa Italia) sebanyak dua kali, yaitu pada 1959-60 dan 1994-95.
Juventus tercatatkan juga sebagai klub pertama dan satu-satunya di dunia yang berhasil memenangi seluruh gelar kejuaraan resmi,
[31] yang diakui oleh FIFA,
[28][29][27][76] Juve memenangi Piala UEFA tiga kali, berbagi rekor bersama
Liverpool dan
Inter Milan.
[77]
Klub Turin ini menempati posisi 7 —tetapi teratas untuk klub Italia—dalam daftar Klub Terbaik FIFA Abad 20 yang diumumkan pada 23 Desember 2000.
[78]
Juventus juga mendapatkan status sebagai World's Club Team of the Year sebanyak dua kali tepatnya pada 1993 dan 1996
[79], dan menempati rangking 3 dalam Rangking Klub Sepanjang masa (1991-2008) oleh International Federation of Football History & Statistics.
[80]
Gelar juara nasional Italia
- Juara (30 kali)[81]: 1905; 1925-26[82]; 1930–31; 1931-32; 1932–33; 1933–34; 1934–35; 1949–50; 1951–52; 1957–58; 1959–60; 1960–61; 1966–67; 1971–72; 1972–73; 1974–75; 1976–77; 1977–78; 1980–81; 1981–82; 1983–84; 1985–86; 1994–95; 1996–97; 1997–98; 2001–02; 2002–03; 2011–12; 2012–13, 2013-14
- Posisi kedua (20 kali): 1903; 1904; 1906; 1937–38; 1945–46; 1946–47; 1952–53; 1953–54; 1962–63; 1973–74; 1975–76; 1979–80; 1982–83; 1986–87; 1991–92; 1993–94; 1995–96; 1999–00; 2000–01; 2008–09.
- Juara (1 kali): 2006-07.[83]
- Juara (9 kali): 1937–38; 1941–42; 1958–59; 1959–60; 1964–65; 1978–79; 1982–83; 1989–90; 1994–95.
- Juara kedua (5 kali): 1972–73; 1991–92; 2001–02; 2003–04; 2011–12.
- Juara (6 kali): 1995, 1997, 2002, 2003, 2012,[84] 2013.
- Juara kedua (3 kali): 1990; 1998; 2005.
- Juara (2 kali): 1954, 1958.
Gelar Eropa dan dunia
- Juara (2 kali): 1984-85, 1995-96.[85][86]
- Juara kedua (5 kali): 1972–73; 1982–83; 1996–97; 1997–98; 2002–03
- Juara (1 kali): 1983-84.[87]
- Juara (3 kali): 1976-77, 1989-90, 1992-93.[88][89]
- Juara kedua (1 kali): 1994–95.
- Juara (1 kali): 1999-00.[73][90][91]
- Juara (2 kali): 1984, 1996.[92][93]
- Juara (2 kali): 1985, 1996.[74][94]
- Juara kedua (1 kali): 1973.
Rekor dan statistik klub]
Replika kaus
Alex del Pierosaat ia telah mengikuti 500 pertandingan di bawah bendera Juventus.
Alessandro Del Piero memegang rekor sebagai pemain Juve yang paling banyak tampil dalam pertandingan (600 kali sampai 10 Mei 2009). Ia mengambil alih posisi tersebut dari legenda Juve,
Gaetano Scirea pada 6 Maret 2008 saat melawan Palermo.
Giampiero Boniperti memegang rekor sebagai pemain yang banyak tampil di seri-A dengan 444 kali penampilan.
Bila dihitung dengan seluruh kompetisi resmi yang diikuti Juventus, Alessandro Del Piero memegang rekor sebagai topskor Juve dengan 241 gol sampai 19 Mei 2008, sejak pertama ia bergabung pada 1993. Giampiero Boniperti, yang sempat menduduki posisi tersebut dengan 182 gol menyusul di posisi kedua, tetapi secara statistic ia masih menjadi topskor terbanyak di ajang seri-A sampai Juni 2007.
[95][96]
Pada musim 1933-34, Felice Placido Borel II° mencetak 31 gol dalam 34 kali penampilan, menjadikan rekor pribadi bagi dirinya dan Juventus dalam satu musim. Ferenc Hirzer menjadi topskor terbanyak dalam satu musim dengan 35 gol dalam 26 penampilan di musim 1925-26 (rekor juga untuk sepakbola Italia). Gol paling banyak tercipta oleh satu pemain adalah 6 gol yang dicapai oleh Omar Enrique Sivori ketika Juventus melawan Inter Milan pada musim 1960-61.
[36]
Pertandingan resmi perdana yang diikuti oleh Juventus adalah Third Federal Football Championship, yang merupakan pendahulu dari seri-A, melawan
Torinese dimana Juve kalah 0-1. Kemenangan terbesar yang dicetak Juve adalah saat melawan Cento dengan skor 15-0 di ronde kedua Coppa Italia pada musim 1926-27. Di seri-A sendiri, Fiorentina dan Fiumana adalah dua klub yang sempat dikalahkan Juve dengan skor besar, masing-masing klub kalah dari Juve dengan skor 11-0 di musim 1928-29. Kekalahan Juventus terbesar diderita saat mereka menjalani musim 1911-12 (melawan
AC Milankalah dengan skor 1-8) dan musim 1912-13 (melawan rival sekota
AC Torino kalah dengan skor 0-8).
[36]
Si Nyonya Tua memegang rekor sebagai tim dengan produktivitas gol paling besar sepanjang musim, di semua kompetisi, tepatnya pada musim 1992-93 dengan total 106 gol sepanjang musim. Penjualan
Zinedine Zidane ke Real Madrid pada 2001 menjadi rekor dunia dengan nilai £46 juta sebelum dipecahkan oleh
Cristiano Ronaldo yang juga pindah ke klub yang sama dengan nilai £82 juta.
[97]
Kontribusi untuk tim nasional Italia
Gianluigi Buffon, salah satu pemain Juventus yang menjadi langganan timnas Italia.
Secara keseluruhan, Juventus merupakan klub yang paling banyak menyumbang pemain untuk timnas Italia dalam sejarah,
[98] Si Nyonya Tua menjadi satu-satunya klub yang menyumbangkan pemain sejak
Piala Dunia 1934.
[99] Juve juga menjadi contributor utama untuk timnas Italia yang dikenal dengan sebutan Dua Era Emas, yang pertama adalah saat era
Quinquennio d'Oro (The Golden Quinquennium), dari 1931 sampai 1935, dan
Ciclo Leggendario (The Legendary Cycle), dari 1972 sampai 1986.
Berikut adalah daftar pemain Juventus yang dipanggil masuk ke dalam skuat tim Azzuri Italia saat mereka memenangi gelar juara dunia:
[100]
- Piala Dunia 1934 (9); Gianpiero Combi, Virginio Rosetta, Luigi Bertolini, Felice Borel IIº, Umberto Caligaris, Giovanni Ferrari, Luis Monti,Raimundo Orsi and Mario Varglien Iº
- Piala Dunia 1938 (2); Alfredo Foni dan Pietro Rava
- Piala Dunia 1982 (6); Dino Zoff, Antonio Cabrini, Claudio Gentile, Paolo Rossi, Gaetano Scirea dan Marco Tardelli
- Piala Dunia 2006 (5); Fabio Cannavaro, Gianluigi Buffon, Mauro Camoranesi, Alessandro Del Piero dan Gianluca Zambrotta
Dua pemain Juve memenangi gelar Sepatu Emas di Piala Dunia, yang pertama adalah Paolo Rossi di 1982 dan Salvatore Schillaci di
Piala Dunia 1990. Sebagai kontributor untuk timnas juara dunia Italia, dua pemain Juve yaitu Alfredo Foni dan Pietro Rava, juga berhasil mengantarkan Italia merebut medali emas dalam Olimpiade Musim Panas 1936. Pemain Juve lainnya, Sandro Salvadore, Ernesto Càstano dan Giancarlo Bercellino juga menjadi bagian dari timnas juara Eropa Italia tahun 1968.
[101]
Juventus juga berperan dalam menyumbang pemain-pemain hebat untuk timnas non-Italia.
Zinedine Zidane dan
Didier Deschamps adalah dua pemain Juve saat mereka memenangi Piala Dunia 1998 membuat Juventus menjadi penyumbang terbanyak skuat juara dunia suatu timnas dengan jumlah 24 pemain. Pemain timnas Perancis lain seperti
Patrick Vieira,
David Trézéguet dan
Lilian Thuram juga sempat singgah bermain di Juventus. Tiga pemain Juve juga memenangi kejuaraan Piala Eropa dengan timnas non-Italia, Luis del Sol menjadi salah satunya saat ia memenangi Piala Eropa 1964 bersama Spanyol, disusul
Michel Platini dan Zidane yang memenangi Euro 1984 dan Euro 2000.
[102]
Informasi Ekonomi
Juventus F.C. S.p.A
| Jenis | Perseroan terbatas |
| Didirikan | Turin, Italia (27 Juli 1967) |
| Pendapatan |
- ▲ €283,801,473 (2012–13)
- €213,786,231 (2011–12)
|
| Laba usaha |
- ▲ (€3,806,006) (2012–13)
- (€41,188,373) (2011–12)
|
| Laba bersih |
- ▲ (€15,910,649) (2012–13)
- (€48,654,550) (2011–12)
|
| Jumlah aset |
- ▲ €443,366,100 (2012–13)
- €427,780,347 (2011–12)
|
| Jumlah ekuitas |
- ▼ €48,631,015 (2012–13)
- €64,608,583 (2011–12)
|
| Pemilik | Exor 63.77% (per Agustus 2013) |
| Karyawan |
- ▲ 598 (2012–13)
- 583 (2011–12)
|
Sejak 27 Juni 1967, Juve tercatat sebagai perushaan publik, dan sejak 3 Desember 2001 nama mereka tercatat di
Bursa Saham Italia (
Borsa Italiana). Saat ini saham Juventus dimiliki sebanyak 60% oleh Exor S.p.A, dan FIAT Group (keluarga Agnelli). 7.5% untuk Libyan Arab Foreign Investment Co. dan 32.5% kepada pemegang saham lainnya.
Bersama
SS Lazio dan
AS Roma, Juve menjadi satu dari tiga klub yang tercatat di
Bursa Efek Italia. Juventus juga menjadi satu-satunya klub sepak bola yang menjadi anggota STAR (Segment of Stocks conforming to High Requirements,
it. Segmento Titoli con Alti Requisiti), salah satu market segmen di dunia.
Tempat latihan Juve saat ini dimiliki oleh Vinovo S.p.A., dan diawasi oleh Juventus Football Club S.p.A dengan kepemilikan modal mencapai 71.3%.
Sejak 1 Juli 2008 Juve bergabung menjadi anggoya Safety Management System untuk karyawan dan atlet sesuai regulasi internasional OHSAS 18001:2007 dan anggota Safety Management System untuk sektor medis sesuai regulasi internasional ISO 9001:2000 resolution.
Merujuk pada jurnal ekonomi The Football Money League yang diterbitkan oleh konsultan keuangan
Deloitte, di musim 2005-06 Juventus menjadi klub dengan pemasukan terbesar ketiga di dunia dengan prakiraan pemasukan €251.2 juta. Saat ini, Juve tercatat sebagai klub sepak bola terkaya di dunia berdasar rangking majalah
Forbes, dimana di Italia mereka adalah yang terkaya kedua dibelakang
AC Milan yang dimiliki raja media Italia
Silvio Berlusconi.
| Periode | Produsen kostum | Sponsor |
| 1979–1989 | Kappa | Ariston |
| 1989–1992 | UPIM |
| 1992–1995 | Danone |
| 1995–1998 | Sony / Sony Minidisc |
| 1998–1999 | D+Libertà digitale / Tele+ |
| 1999–2000 | CanalSatellite / D+Libertà digitale / Sony |
| 2000–2001 | Ciao Web / Lotto | Sportal.com / Tele+ |
| 2001–2002 | Lotto | FASTWEB / Tu Mobile |
| 2002–2003 | FASTWEB / Tamoil |
| 2003–2004 | Nike |
| 2004–2005 | SKY Italia / Tamoil |
| 2005–2007 | Tamoil |
| 2007–2010 | New Holland FIAT Group |
| 2010–2012 | BetClic / Balocco |
| 2012–2015 | FIAT S.p.A (Jeep) |
Juventus dan kemanusiaan
Juventus juga menunjukan komitmennya terhadap segala masalah-masalah humanis dan
sosial. Komitmen-komitmen dan proyek-proyek yang senantiasa didukung oleh klub telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam setiap kebijakan dan budaya mereka dalam mewujudkan sebuah nilai-nilai dan idealisme serupa yang selalu dipegang teguh oleh Juventus dalam dunia olahraga dan dapat pula dirasakan dalam bentuk bakti sosial kepada masyarakat.
[103]
Keterlibatan dan komitmen klub dalam membantu menangani masalah-masalah sosial tentunya datang dari sensitifitas pihak manajemen Juventus terhadap masalah tersebut, yang kemudian berkembang melalui jaringan para penggemar, supporter dan simpatisannya yang tersebar di seluruh dunia. Juventus mampu menciptakan sebuah gairah positif dalam dunia sepak nola yang membuat kelompok-kelompok masyarakat ini memiliki kesamaan keinginan untuk melakukan kebaikan bagi sesama, serta membentuk rasa kesadaran terhadap masalah-masalah tersebut. Hanya dengan sebuah upaya bersama dan mencetak manusia-manusia yang memiliki tingkat kepedulian yang tinggi, yang termasuk pula para pemain hebat yang turut serta bergabung, maka sangatlah mungkin keberhasilan atas rencana besar ini akan dapat diraih.
Dalam beberapa tahun terakhir komitmen-komitmen sosial Juventus telah berhasil menggapai beberapa area dan upaya tersebut telah melahirkan penghargaan yang di kenal dengan "Scudetto della Solidarieta", yang merupakan sebuah penghargaan yang diberikan oleh majalah VITA. Inisiatif-inisiatif Juve yang telah berhasil di antaranya:
- Fatti e Progetti per i Giovani yaitu sebuah perencanaan dalam pengembangan taraf hidup generasi muda yang kemudian membuat meraka belajar hal-hal yang berguna.[103]
- Pembangunan sebuah “Asylum” untuk mengenang Edoardo Agnelli, berkerjasama dengan Vicenza Voluntary Groups, dengan tujuan untuk memberikan tempat penampungan bagi kaum ibu yang berada dalam kesulitan.[103]
- Proyek "Growing Together at The Sant’Anna", dengan tujuan untuk meningkatkan nilai pendanaan bagi proyek perbaikan ruang perawatan bayi yang baru lahir pada Rumah sakit Sant'Anna.[103]